Cara Mencegah Batu Saluran Kemih Melalui Cairan

 

 

Angka kekambuhan batu saluran kemih rata-rata mencapai 7% per tahun atau kurang lebih 50% tahun dalam 10 tahun (Purnomo, 2012).

Pencegahan dilakukan berdasarkan kandungan dan unsur yang menyusun batu saluran kemih dimana hasil ini didapat dari analisis batu (Lotan, et al., 2013). Tindakan pencegahan yang dapat dilakukan dengan pengaturan diet makanan, cairan dan aktivitas serta perawatan pasca operasi untuk mencegah terjadinya komplikasi pasca operasi.

Beberapa tindakan gaya hidup yang dapat dimodifikasi dalam upaya pencegahan kekambuhan urolithiasis adalah melalui cairan. Strategi pengobatan yang umum digunakan pada urolithiasis yang bukan disebabkan karena infeksi bakteri adalah dengan meningkatkan konsumsi air. Peningkatan konsumsi air setiap hari dapat mengencerkan urin dan membuat konsentrasi pembentuk urolithiasis berkurang. Selain itu, saat mengkonsumsi makanan yang cenderung kering hendaknya mengkonsumsi air yang banyak. Konsumsi air sebanyak-banyaknya dalam satu hari minimal 8 gelas atau setara dengan 2-3 liter per hari (Lotan, et al., 2013)

Anggraini (2015) dalam penelitiannya menyatakan bahwa pencegahan lain dapat dilakukan dengan mengkonsumsi air jeruk nipis atau jeruk lemon yang berfungsi sebagai penghambat pembentukan batu ginjal jenis kalsium dengan mekanisme utamanya yaitu menghambat pembentukan batu kalsium melalui reaksi pemutusan ikatan antara kalsium oksalat maupun kalsium posfat oleh sitrat, sehingga pada akhir reaksi akan terbentuk senyawa garam yang larut air, endapan kalsium tidak terbentuk dan tidak tidak terbentuk batu saluran kemih jenis batu kalsium. Penelitian ini didukung oleh Colella, et al., (2005) dan Purnomo, (2012) yang menyatakan bahwa asupan jeruk nipis yang rendah dapat menyebabkan hipositraturia dimana kemungkinan dapat meningkatkan resiko terbentuknya batu.

 

 

 

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *