Hindari Berita Politik Hoaks dan Fitnah Menjelang Pemilu 2019

Tahun 2019 adalah dimana suhu politik akan memanas, karena pemilihan presiden akan dilaksanakan. Terlebih banyak sekali Berita Politik bertebaran diinternet, meskipun begitu kita harus bijak untuk melihatnya. Presiden Joko Widodo atau Jokowi kembali meminta semua pihak untuk menghindari penyebaran hoaks atau berita bohong dan fitnah menjelang Pemilu 2019. Menurut Kepala Negara, semua pihak harus menjaga ketenangan agar pelaksanaan Pemilu 2019 bisa berjalan aman. Disamping itu juga presiden menyatakan hal itu menanggapi adanya hoaks tentang tujuh kontainer surat suara yang telah dicoblos. Namun, setelah dicek langsung oleh KPU dan Bawaslu, kabar itu ternyata bohong.

Sementara itu, mengenai tantangan tes membaca Alquran atau mengaji, Jokowi selaku capres petahana mangatakan dirinya mengikuti aturan yang ditetapkan KPU. Sementara itu, KPU melaporkan pembuat dan penyebar Berita Politik hoaks soal tujuh kontainer surat suara yang dicoblos ke Bareskrim Polri. Ketua KPU Arief Budiman mendatangi Bareskrim Polri pada Kamis petang atau sekitar pukul 15.20 WIB. Memang sempat beredar kabar ada tujuh kontainer surat suara yang sudah dicoblos di kawasan Tanjung Priok. KPU menegaskan hal tersebut adalah berita bohong. Disinilah peran masyarakat agar selalu waspada dengan adanya berita bohong.

Kita Sebagai masyarakat yang cerdas mulai sekarang harus benar – benar ikut berperan agar tidak mudah untuk ikut menyebarkan Berita Politik yang nantinya disebut sebagai berita palsu. Anda mulai sekarang bisa tidak dengan mudah menyebarkan atau menshare dimedia sosial mengenai politik, jika memang berita politik tersebut benar maka anda bisa menyebarkannya kembali, jadi sebelum menyebarkan ada baiknya ada cek kebenaran berita tersebut apakah berita tersebut benar atau amalah berita bohong. Banyak sekali website yang menyediakan apakah berita tesebut hoax atau benar, dengan begitu anda tidak ikut serta dalam penyebaran berita hoax alias berita palsu. Selain itu anda juga perlu untuk mengetahui jika teman di media sosial anda adalah teman yang juga sering memberitakan berita palsu maka sebaiknya anda tidak usah lagi untuk menyebarkan berita karena hal ini akan memicu pertengkaran anda.

Seperti kita ketahui saat ini, Polda Metro Jaya akan membentuk tim khusus memburu penyebar berita hoaks atau Berita Politik Palsu 7 kontainer di Pelabuhan Tanjung Priok yang berisi surat suara yang sudah dicoblos. Saat ini, pihaknya melakukan penyelidikan. Selain itu, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) terkait kabar surat suara yang sudah dicoblos tersebut. Hasilnya, kabar tersebut dinyatakan tidak benar.Ia pun ingin agar masyarakat bisa dengan cermat dalam menerima informasi yang belum tentu kebenarannya. Diimbau kepada masyarakat untuk arif untuk saring dulu pemberitaan di media. Saring dulu dari mana asalnya. Kemudian baru kita tahu apakah itu boleh untuk share atau tidak. Tentunya upaya pemerintah harus kita dukung dengan tidak mudah menyebarkan berita hoax yang ada diinternet selain itu anda juga harus bijak dalam menyikapi berita – berita yang beredar luas di internet, jika memang anda ingin share boleh asal anda sudah mengetahui apakah berita tersebut memang sudah terbukti kebenarannya, dengan begitu berita hoax semacam itu akan hilang. Tentunya ini nanti akan kita lakukan penyelidikan oleh tim cyber. Nanti bisa kita tahu siapa yang pertama upload. Siapa yang pertama kali dan di mana, nanti kita cari. Kita lalukan penyelidikan,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *