Pulau Sarinah, Hikmah Kejadian dari Semburan Panas Lapindo

Pulau Sarinah, Hikmah Kejadian dari Semburan Panas Lapindo

5

 SUMBER FOTO: keepo.me

Selain lumpur Lapindo, tak banyak yang tahu bahwa Kota Sidoarjo si Kota Udang tersebut menyimpan objek wisata tersembunyi yang indah dan eksotis. Layaknya di kota-kota lain, kamu bisa menemukan berbagai objek wisata seperti candi, pantai, museum, perbelanjaan, dan pulau. Termasuk, musibah yang terjadi pada 29 Mei 2006 akibat semburan lumpur panas Lapindo dan menenyapkan pemukiman serta industry di tiga Kecamatan, kini dijadikan objek wisata dengan sebutan waduk berasap.

Musibah membawa keberuntungan, sepuluh tahun sejak peristiwa sempuran lumpur panas terjadi, muncullah sebuah pulau yang memiliki luas 80 hektare di Muara Sungai Porong. Pulau ini terbentuk dari lumpur-lumpur yang mengalir dan membentuk sedimentasi dan menghasilkan sebuah pulau baru. Warga sekitar memberikan nama pulau dari hasil lumpur panas lapindo ini yaitu Pulau Sarinah.

Ada Apa Saja di Pulau Sarinah?

Pulau Sarinah memang tidak memiliki hamparan laut yang jernih dan bisa digunakan untuk berenang, snorkeling ataupun diving. Namun, saat mengunjungi Pulau Sarinah tersebut, hati kamu akan terenyuh bahwa memang setiap kejadian yang Tuhan memberikan akan selalu membawa manfaat. Jadi, saat berlibur ke sini bukan hanya hasil foto dan cerita yang kamu dapatkan. Jauh dari sana, akan timbul rasa syukur pada diri kamu sendiri. Amiin

Pulau Sarinah memiliki keunikan tersendiri.  Luas dari pulau Sarinah akan terus bertambah seiring semburan panas yang terjadi di Lumpur Lapindo. Delapan tahun yang lalu, Pulau Sarinah memiliki luas 80 hektare kini menjadi 90 hektare.

Pulau Sarinah jauh dari keramaian kota. Udara di pulau ini pun masih sangat bersih dan sejuk. Pun begitu dengan suasananya yang sangat tenang. Dulu, pulau ini sangatlah kering dan tandus, hanyalah segmentasi dari lumpur-lumpur.  Warga sekitar, berbagai lembaga, aktivis, dan universitas menanami Pulau Sarinah dengan berbagai pepohonan seperti mangrove dan bakau jenis api yang memenuhi pinggiran pesisir.

Akibat banyak ditanami pepohoan seperti mangrove, Pulau Sarinah adalah habitat yang nyaman bagi sejumlah satwa, seperti: monyet, berang-berang, burung bangau, dan camar. Suasana matahari terbit dan terbenam yang dilihat dari Pulau Sarinah pun tak kalah dengan pemandangan dari objek wisata populer lainnya.  Daya tarik lain dari Pulau Sarinah adalah surga bagi para pemancing.karena banyaknya ikan sepanjang jalan menuju Pulau Sarinah. Bahkan tak jarang para wisatawan betah seharian untuk memancing.

Bagaimana Cara Menuju Pulau Sarinah?

Jarak dari Sidoarjo ke Pulau Sarinah, memang cukup jauh. Pertama, kamu harus menuju Desa Tlocor dan dilanjutkan menuju Dermaga Tlocor. Untuk menemukan Dermaga Tlocor, kamu dapat melalui rute dari jalan raya Sidoarjo-Malang, hingga menemukan Kali Porong.  Setibanya di Kali Porong, perjalanan dilanjutkan menuju Desa  Kedung Pandan.

Perjalanan dilanjutkan dengan  kondisi jalan yang beraspal kurang lebih 12 kilometer. Melewati pedesaan yang masih asri, penuh dengan pepohonan.  Pohon jati, turi, rumput gajah, tanaman liar berwarna cerah, dan tambak-tambak ikan dengan air menghijau merupakan pemandangan yang akan kamu lihat sepanjang Desa Kendung Pandan.

Sesampainya di Dermaga, dilanjutkan dengan menggunakan perahu. Siapkan saja dana kurang lebih Rp150.000 hingga Rp200.000,- jika perahu dicarter untuk mengelilingi pulau keseluruhan. Namun, jika ingin melihat sisi pulau depan, kamu hanya perlu merogoh kocek Rp10.000,- saja. Setiap perahu kayu mampu menampung delapan hingga sepuluh orang penumpang.

Sayangnya, jika kamu wisatawan dari luar kota dan hendak menginap di Pulau Sarinah, pengelola belum menyediakan fasilitas penginapan. Fasilitas-fasilitas yang baru disediakan oleh pengelola Pulau Sarinah, di antaranya:

–          Toilet

–          Mushola

–          Area parkir kendaraan

–          Penyewaan perahu

Kedepannya berbagai fasilitas di Pulau Sarinah akan lebih dikembangkan, seiring dengan rencana pememrintah setempat untuk menjadikan Pulau sarinah sebagi objek wisata. Bahkan sekarang sedang dipersiapkan jalur atau lintasan bersepeda gayung keliling pulau.

Namun, tak usah sedih jika diPulau Sarinah belum disediakan fasilitas penginapan. Kamu masih bisa cari hotel di Sukoharjo dengan harga yang terjangkau meskipun berada di tengah kota. Selain harga terjangkau, hotel tersebut dengan dengan objek wisata lainnya.

Hari Sabtu dan Minggu adalah hari dimana pengunjung umum memenuhi Pulau Sarinah. Jika berkunjung ke sini, jangan lupa untuk cicipi ikan lau bakar yang gurih dan lenyah serta tambahan sambalnya yang pedas dan siap menggoyang lidah. Untuk menikmati ikan asli dari Pulau Sarinah, kamu hanya perlu merogoh kocek Rp25.000 hingga Rp35.000 per porsi.  Ikan-ikan yang berada di Pulau Sarinah tersebut adalah hasil dari bibit ikan yang dikembangbiakan oleh BPLS guna wisata Wanamina.

Berdekatan dengan Pulau Sarinah, masih ada pulau lainnya yang tidak berpenghuni yakni Pulau Dem dan Pintu.

Bagaimana, tertarik untuk mengunjungi Pulau Sarinah sebagi bukti dari dashyatnya lumpur panas Lapindo? Masih banyak lagi objek wisata di Sukoharjo yang sayang jika tidak Anda kunjungi saat berlibur ke sini. Yuk, segera cari tiket pesawat dan pesan hotel murah di Sidoarjo dari sekarang! Agar lebih mudah, kamu dapat menggunakan layanan dari reservasi.com yang dapat diakses melalui aplikasi atau website.