Sindrom Mallory Weiss: Pengertian Gejala Pencegahan

Pernahkan anda mengalami nyeri perut, mual, muntah yang kemudian disusul dengan buang air besar disertai dengan darah? apakah anda mengalami diare, atau disentri? Tentu bukan, kondisi yang anda alami merupakan salah satu gejala dari sindrom mallory weiss. Familiarkah anda dengan istilah tersebut? 

Pengertian sindrom mallory weiss

Sindrom mallory weiss (MWS) merupakan suatu kondisi ketika kerongkongan (esofagus) yang berbatasan dengan lambung (gaster) yakni selaput lendir atau lapisan dalam (gastroesophageal junction) mengalami robekkan. Terjadinya robekkan dapat dipicu oleh berbagai halyang menyebabkan terjadinya batuk dan muntah berpenjangan dan berulang. Terjadinya kondisi tersebut menimbulkan gerakan atau tekanan pada perut hingga mengalami luka. 

Terjadinya robekkan tersebut menyebabkan terjadinya perdarahan yang menimbulkan gejala-gejala seperti, muntah dan buang air besar disertai dengan darah. pada kondisi umum yang sering terjadi, dapat pulih secara alamiah dalam kisaran waktu 7 sampai 10 hari. Apabila seseorang mengalami kondisi tersbeut dapat pulih dnegan sendirinya tanpa pengobatan. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan jika terjadinya perdarahan menjadi lebih lama secara terus menerus. Perlu diketahui juga bahwa sindrom tersebut tidaklah menular. 

Sumber gambar: alodokter.com

Pada umumnya, kondisi tersebut dapat terjadi pada siapapun, laki-laki ataupun perempuan. Akan tetapi, kasus sindrom tersebut sering kali terjadi pada laki-laki yang memiliki kebiasaan merokok dan mengonsumsi minuman keras. 

Apa gejala sindrom tersebut?

Terjadinya sindrom mallory weiss tidak selalu menunjukan gejala, terlebih jika kondisi yang dialami seseorang tergolong ringan. Berikut ini gejala-gejala yang kemungkinan muncul dan dialami oleh seseorang penderita sindrom tersebut:

  1. Timbul rasa nyeri pada perut, mual, muntah yang disertai dengan darah atau terdapat serpihan semacam bubuk kopi (hematemesis)
  2. Intensitas muntah yang tinggi tidak terkontrol disertai darah
  3. Timbul rasa nyeri pada perut bagian atas, ulu hati, dan punggung
  4. Wajah berubah menjadi pucat
  5. Tinja berwarna gelap disertai darah (melena)
  6. Timbul rasa pusing pada kepala
  7. Badan terasa lemas 
  8. Feses berwarna kehitaman dan disertai darah
  9. Hilang kesadaran (pingsan) atau lemas
  10. Terjadi gangguan pernapasan atau sesak napas
  11. Timbulnya gejala pada seseorang juga dipicu oleh penyakit, seperti: tukak lambung, sindrom zollinger-ellison, gastritis erosif berat, perforasi atau esofagus yang pecah.

Bagaimana pencegahan yang dapat dilakukan?

Perlu diketahui, jika gejala-gejal yang dapat dialami seseorang sebagai akibat dari sindrom tersebut bervariasi. Gejala yang timbul pada masing-masing orang berbeda, hal tersebut dikarenakan kebiasan ayng menjadi pemicunya dan tingkat keparahan yang terjadi. Untuk mencegah terjadinya sindrom tersebut, diperlukan upaya dari diri anda untuk menjaga kebiasaan yang memicu kerusakan organ tubuh, seperti tidak mengonsumsi makanan secara sembarangan yang memicu terjadinya gangguan pada perut, kebiasaan meminum alkohol dan kondisi sirosis sirosis yang menyebabkan terjadinya sindrom tersebut secara berulang dan muntah. Serta kebiasaan merokok yang dapat menyebabkan terjaidnya gangguan [ada paru-paru, sehingga mudah sekali mehalami batuk. Jika anda mengalami muntah dan mual, segera lakukan penanganan agar tidak semakin parah dan berulang. Selain itu lakukan konsultasi dengan dokter jika kondisi tersebut terulang beberapa kali untuk segera memastikan kondisi kesehatan anda dan melakukan penanganan serta pengobatan yang tepat. 

Nah, itulah informasi mengenai pengertian, gejala, dan pencegahan terjadinya sindrom mallory weiss. Jika anda memerlukan infromasi lebih lanjut mengenai sindrom tersbeut, anda dapat mengaksesnya di berbagai media kesehatan online.

 

canlı rulet siteleri kolaybet betpark poker siteleri Fick Geschichten